Yehezkiel 35 tentang "Hukuman Allah atas orang yang kejam dan tidak berperikemanusiaan" Seri Nabi Besar by Febrian

25 Januari 2026

Image by Freepik.com

Yehezkiel 35 tentang "Hukuman Allah atas orang yang kejam dan tidak berperikemanusiaan" Seri Nabi Besar

Shaloom Bapak Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Dalam Kesempatan ini kita akan merenungkan bersama mengenai Allah yang membalas setiap kejahatan dengan hukuman yang setimpal. Semoga Tuhan memberikan kita pemahaman dan hikmat untuk dapat memahami firman Tuhan tersebut. Tuhan Yesus memberkati.

Yehezkiel 35:1-15

Yehezkiel 35 Murka TUHAN atas pegunungan Seir 

Datanglah firman TUHAN kepadaku: 

"Hai anak manusia, tujukanlah mukamu kepada pegunungan Seir, bernubuatlah melawan dia dan katakanlah kepadanya: 

Beginilah firman Tuhan ALLAH: 

Aku akan menjadi lawanmu, hai pegunungan Seir dan Aku akan mengacungkan tangan-Ku melawanmu dan akan menjadikan engkau musnah dan sunyi sepi. Aku akan menjadikan kota-kotamu reruntuhan dan engkau menjadi sunyi sepi, dan engkau akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN. Oleh karena dalam hatimu terpendam rasa permusuhan yang turun-temurun dan engkau membiarkan orang Israel menjadi makanan pedang pada hari sial mereka, waktu saatnya tiba untuk penghakiman terakhir, oleh sebab itu, demi Aku yang hidup, 

demikianlah firman Tuhan ALLAH, 

  1. Aku akan menjadikan engkau darah dan darah akan mengejar engkau; oleh sebab engkau bersalah karena mencurahkan darah, maka darah akan mengejar engkau. 
  2. Aku akan menjadikan pegunungan Seir musnah dan sunyi sepi dan melenyapkan dari padanya orang-orang yang lalu lalang. 
  3. Aku akan memenuhi juga pegunungannya dengan orang-orang yang mati terbunuh. Di bukit-bukitmu, di lembah-lembahmu dan alur-alur sungaimu akan berebahan orang-orang yang mati terbunuh oleh pedang. 
  4. Aku akan menjadikan engkau sunyi sepi untuk selama-lamanya dan kota-kotamu tidak akan didiami lagi. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN. 

Oleh sebab engkau mengatakan: Kedua bangsa itu dan kedua negeri itu akan menjadi milikku dan kita akan memilikinya--sebetulnya TUHAN ada di situ-- oleh sebab itu, demi Aku yang hidup, 

demikianlah firman Tuhan ALLAH, 

Aku akan memperlakukan engkau seperti engkau memperlakukan mereka dalam murkamu dan cemburumu, yang timbul dari kebencianmu terhadap mereka; dan 

Aku akan menyatakan diri kepadamu pada saat Aku menghakimi engkau. Dan engkau akan mengetahui bahwa 

Aku, TUHAN, mendengar segala penistaanmu yang kauucapkan melawan gunung-gunung Israel yang demikian: Gunung-gunung itu sudah menjadi sunyi sepi dan diserahkan kepada kita menjadi makanan kita. 

Dengan demikian kamu membesarkan dirimu terhadap Aku di dalam ucapanmu dan banyak sekali kata-katamu terhadap Aku. Aku mendengarnya. 

Beginilah firman Tuhan ALLAH: 

Seluruh bumi akan bersukacita pada saat Aku menjadikan engkau sunyi sepi. Seperti engkau bersukacita mengenai milik pusaka kaum Israel, yang sudah menjadi sunyi sepi, demikianlah akan Kulakukan terhadap engkau. Engkau akan menjadi sunyi sepi, hai pegunungan Seir dan engkau, segenap Edom dalam keseluruhanmu. Dan mereka akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN."

Nabi Yehezkiel menyampaikan firman Tuhan tentang Gunung Seir dalam pasal 35 untuk menjelaskan alasan mengapa Tuhan sangat murka kepada Edom. Gunung Seir adalah daerah pegunungan tempat bangsa Edom tinggal. Edom adalah keturunan Esau, saudara kembar Yakub. Karena itu, Edom dan Israel sebenarnya masih satu keluarga. Namun sejak awal, hubungan mereka dipenuhi permusuhan yang berlangsung sangat lama.

Tuhan murka kepada Seir atau Edom bukan tanpa sebab. Kebencian Edom kepada Israel tidak pernah berhenti. Kebencian itu tidak hanya disimpan di dalam hati, tetapi diwujudkan dalam perbuatan. Ketika Yerusalem dihancurkan dan orang-orang Yehuda menderita, Edom tidak merasa iba. Mereka justru bersukacita melihat penderitaan itu. Bahkan, Edom ikut memperparah keadaan dengan mengejar orang-orang Yehuda yang melarikan diri dan menyerahkan mereka kepada musuh.

Dalam Yehezkiel 35, Tuhan menegur Edom karena mereka berharap dapat memiliki tanah Israel setelah bangsa itu dihancurkan. Mereka mengira bahwa karena Israel jatuh, mereka bebas mengambil keuntungan. Sikap seperti ini menunjukkan kesombongan dan ketamakan. Edom merasa dirinya aman dan berhak, padahal mereka sedang menentang rencana Tuhan sendiri.

Hubungan antara Seir dan Edom dijelaskan dengan jelas dalam Yehezkiel 35:15. Tuhan mengatakan bahwa Seir bersukacita ketika tanah Israel menjadi sunyi dan kosong. Karena Edom bersukacita atas kehancuran Israel, Tuhan berfirman bahwa hal yang sama akan terjadi atas Edom. Tanah mereka akan menjadi sunyi, dan mereka akan merasakan akibat dari perbuatan mereka sendiri. Melalui hal ini, Tuhan menyatakan bahwa Ia melihat dan menghakimi sikap hati manusia, bukan hanya tindakan luarnya.

Pesan Tuhan bagi bangsa Israel melalui nubuatan ini adalah penghiburan. Walaupun Israel sedang dihukum karena dosanya, Tuhan tidak meninggalkan mereka. Ia tetap memperhatikan apa yang dilakukan bangsa-bangsa lain terhadap umat-Nya. Tidak ada kejahatan yang luput dari perhatian Tuhan, dan tidak ada kesombongan yang dibiarkan terus berlangsung.

Firman Tuhan ini juga menjadi pelajaran penting bagi kita di zaman sekarang. Tuhan tidak berkenan jika seseorang merasa senang melihat orang lain jatuh atau menderita. Kebencian yang dipelihara lama akan membawa kerusakan, bukan hanya bagi orang lain, tetapi juga bagi diri sendiri. Tuhan menghendaki hati yang rendah, tidak sombong, dan tidak mencari keuntungan di atas penderitaan sesama. Melalui Yehezkiel 35, Tuhan mengingatkan bahwa Ia adalah Allah yang adil dan tidak membiarkan kejahatan berkuasa selamanya.

Janganlah engkau memandang rendah
saudaramu pada hari kecelakaannya,
janganlah engkau bersukacita
pada hari kebinasaannya.

Obaja 1:12

Amin.

Komentar